Krisna Gupta

Nama saya Krisna, sering dipanggil juga Imed. Saya adalah Tenaga Ahli Madya di Dewan Ekonomi Nasional. Riset saya tentang dampak kebijakan perdagangan dan investasi terhadap pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Saya menggunakan metode persamaan linear struktural seperti GTAP, tapi juga menggunakan berbagai teknik ekonometrika seperti gravity models.

Saya saat ini mengajar Program Sarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Saya juga adalah mitra senior di Center for Indonesian Policy Studies. Saya cukup aktif berkontribusi menulis di media massa seperti Kompas, Jakarta Post, dan East Asia Forum.

Menggunakan Darts untuk melihat bedanya prediksi harga beras domestik dan internasional sejak Neraca Komoditas

Saya adalah salah satu penikmat cuitan Haryo Aswicahyono yang sering membahas tentang ekonomi. Suatu hari yang lalu, beliau ngecuit tentang terutama harga beras yang masih tinggi meskipun stok beras melimpah. Berikut cuitannya:

Agu 2, 2025

Melihat Indonesia lewat kacamata Ray Dalio: Bagaimana Negara Bankrut

Tentang Buku Ray Dalio Saya baru saja selesai membaca buku Ray Dalio yang berjudul “How Countries Go Broke”, sebuah buku yang menggambarkan tentang bagaimanas ebuah negara mengalami krisis utang. Premis awalnya adalah Amerika Serikat (AS) yang saat ini tengah mengalami gejolak utang yang cukup besar yang memasuki stadium akhir dari apa yang ia sebut dengan “The Big Debt Cycle”. Utang tersebut didorong oleh tidak hanya defisit anggaran, namun juga tingkat suku bunga dan inflasi yang sejak 2000an selalu sangat rendah sehingga utangnya bisa dengan mudah di-rollover. Gara-gara suku bunga yang terlalu rendah tersebut, AS (dan negara maju lain) menjadi terlalu santai dan jadi keranjingan utang. Namun setelah COVID-19, level suku bunga di negara maju mulai meningkat, sehingga membuat AS berpikir kembali tentang keberlanjutan utangnya.

Jun 28, 2025

Permasalahan di APBN Kita

Mei 9, 2025

Trump Tariff dan Industri Otomotif Indonesia

Mei 7, 2025

The Middle Class Crisis and how to fix it

Apr 29, 2025

Demokrasi, Kebebasan Ekonomi, dan Pertumbuhan
Demokrasi, Kebebasan Ekonomi, dan Pertumbuhan

Apr 25, 2025

Review Paper Dewan Ekonomi Nasional tentang dampak ekonomi Makan Bergizi Gratis

Cukup mengejutkan tapi menarik waktu saya lihat konferensi pers Dewan Ekonomi Nasional (DEN) beberapa waktu lalu. Alasannya adalah karena Pak Luhut Binsar Panjaitan (LBP), ketua DEN, memberikan spotlight untuk Profesor Arif Anshory Yusuf (AAY) untuk memberikan teaser hasil model ex-ante beliau tentang dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap perekonomian. Menurut AAY, MBG berpotensi menambah pekerjaan untuk 1.9 juta orang dan menurunkan kemiskinan sampai 5.8%. MBG, menurutnya, setara dengan memberikan uang 600 ribu per keluarga jika rata-rata anak-anak di keluarga miskin ada 3 orang. Angka ini 3x lipat dari PKH! Dia juga menambahkan bahwa untuk merealisasikan dampak maksimal MBG, maka “Kebocoran” permintaan bahan pangan “yang tidak perlu diimpor” dengan mengutamakan produk dalam negeri. Those numbers sound off.

Mar 24, 2025

Melihat pertumbuhan konsumsi Indonesia

Belakangan ini banyak reportase tentang lemahnya kelas menengah Indonesia saat ini. Kelas menengah Indonesia terus berkurang sejak 2018 hingga saat ini tinggal 17% total penduduk. Padahal, pertumbuhan konsumsi acapkali mengandalkan kelas menengah. Benar saja, pertumbuhan konsumsi Indonesia memang telah lama berada di bawah kecepatan negara-negara lain di kawasan, kecuali Thailand.

Mar 23, 2025

Tips n trick menulis

Mar 19, 2025

Indonesia and BRICS: A conversation with Lili Yan Ing and Krisna Gupta
Indonesia and BRICS: A conversation with Lili Yan Ing and Krisna Gupta

In this Global Seminar, we talk with Dr Lili Yan Ing and Dr Krisna Gupta on the economics of Indonesia joining BRICS, a bloc formed by Brazil, Russia, India, and China in 2009 with the addition of South Africa in 2010. What are the benefits to Indonesia?

Feb 19, 2025