In this event, I discusses CIPS Policy Paper No. 47 “The Advent of A New Trade Governance After The Omnibus Law, Neraca komoditas” by me, Deasy and Donny. The paper is about indonesia’s recent development of trade policy, the Neraca Komoditas. Neraca Komoditas is one of Omnibus Law’s follow-up regulation on trade, said to use data on supply and demand to set quota on export and import. It aims to help firms access intermediate inputs. We provide some analysis on how it may not actually help the cause.
Saya bersama kolega saya berkesempatan membahas buku PPI Dunia tentang Indonesia Emas Berkelanjutan seri 1 Ekonomi terbitan LIPI Press. Sangat senang dapat berbagi layar dengan Pak Suryanto dan juga teman-teman mahasiswa di UNS!
Komisi ekonomi PPID mencermati program Percepatan Ekonomi Nasional (PEN) di 2020 dan 2021, serta melihat beberapa permasalahan yang ada.
Saya diundang oleh kolega saya Bu Evi dari Universitas Sebelas Maret untuk memberikan sedikit pemaparan terhadap kondisi perekonomian di Indonesia kepada mahasiswa magister ekonomi di Universitas Sebelas Maret. Sungguh sebuah kehormatan dapat berbagi panggung dengan Bapak Lukman Hakim, PhD.
Saya mencoba memaparkan kemungkinan economic recovery melalui ekspor. Sering dengan meningkatnya harga komoditi saat ini, ekspor bisa jadi peluang yang baik. Dilemma-nya adalah adanya larangan ekspor barang tambang demi nilai tambah dalam negeri.
Ngobrol santai Indonesia Synergy bersama Dr Syarifah Liza Munira dan I Nyoman Sutarsa dari ANU tentang program vaksinasi massal di Indonesia.
Materi ini saya sampaikan bersama kolega saya, Denny Irawan. Kami diminta tolong untuk melakukan sharing tentang menggunakan data dan literatur dalam membuat karya tulis ilmiah.
Saya diundang oleh pengajar Seminar Ekonomi Internasional untuk memberikan kuliah tamu mengenai cara melakukan tinjauan literatur. Saya menggunakan beberapa sumber dari kampus di Australia dan pengalaman saya sendiri sebagai seorang peneliti