<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Ekonomi Politik | Krisna 'imed' Gupta</title><link>https://www.krisna.or.id/tag/ekonomi-politik/</link><atom:link href="https://www.krisna.or.id/tag/ekonomi-politik/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><description>Ekonomi Politik</description><generator>HugoBlox Kit (https://hugoblox.com)</generator><language>id</language><lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 10:10:00 +0700</lastBuildDate><image><url>https://www.krisna.or.id/media/icon_hu_b3b1c80225e80fa3.png</url><title>Ekonomi Politik</title><link>https://www.krisna.or.id/tag/ekonomi-politik/</link></image><item><title>Analisis kebijakan yang baik</title><link>https://www.krisna.or.id/event/kanopi/</link><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 10:10:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/kanopi/</guid><description>&lt;p&gt;Rekomendasi kebijakan yang kredibel bukan sekadar ide yang benar. Sesi ini membongkar jarak antara analisis yang benar dan rekomendasi yang bisa dipakai — jarak yang baru betul-betul saya pahami setelah berpindah dari menganalisis kebijakan di luar pemerintahan ke bekerja di dalamnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tulang punggungnya adalah kerangka empat langkah dari praktik &lt;em&gt;Regulatory Impact Assessment&lt;/em&gt; Bank Dunia: merumuskan masalah dan alasan mengapa intervensi dibutuhkan, menyatakan target yang benar-benar bisa diperiksa, memetakan rantai mekanisme dari kebijakan ke hasil, dan menguji alternatif — termasuk alternatif tidak melakukan apa-apa. Ke empat langkah itu saya tambahkan satu lagi: analisis politik dan institusional. Siapa pelaksananya, anggarannya dari pos mana, dan siapa yang dirugikan serta punya daya blokir. Rekomendasi yang tidak menjawab ketiganya bukan rekomendasi, melainkan daftar keinginan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kerangka tersebut diuji pada tiga subtema kompetisi. Di sisi fiskal, penerimaan pemerintah bergerak dari 13,4% PDB pada 2000 ke 13,3% pada 2025 sementara negara tetangga bertahan di 20–21%; estimasi Bank Dunia menunjukkan &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt; PPN dan PPh badan rata-rata 6,4% PDB pada 2016–2021, dengan 58% berasal dari ketidakpatuhan alih-alih desain kebijakan — sehingga menaikkan tarif justru salah sasaran. Di sisi moneter, penempatan Rp200 triliun dana pemerintah ke lima bank Himbara pada September 2025 dibaca sebagai kasus: simpanan pemerintah di Bank Indonesia turun dari Rp451 triliun ke Rp239 triliun hanya dalam satu bulan, sementara yang sebenarnya melemah adalah permintaan kredit — kredit modal kerja melambat dari 12,4% ke 4,4%. Instrumen yang paling layak dijalankan belum tentu instrumen yang cocok dengan diagnosis. Di sektor riil, pangsa manufaktur terhadap PDB turun dari 32,0% pada 2002 ke 19,0% pada 2024, dan argumen hilirisasi dipakai sebagai latihan analitis untuk menguji syarat &lt;em&gt;infant industry&lt;/em&gt; serta menelusuri siapa yang menanggung biayanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sesi ditutup dengan latihan Kuvukiland untuk menunjukkan mengapa kebijakan yang benar secara agregat bisa kalah di kotak suara, catatan tentang membandingkan mekanisme alih-alih hasil ketika belajar dari negara lain, dan sepuluh pertanyaan yang sebaiknya sudah terjawab sebelum esai dikirimkan.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>