<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Geoekonomi | Krisna 'imed' Gupta</title><link>https://www.krisna.or.id/tag/geoekonomi/</link><atom:link href="https://www.krisna.or.id/tag/geoekonomi/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><description>Geoekonomi</description><generator>HugoBlox Kit (https://hugoblox.com)</generator><language>id</language><lastBuildDate>Mon, 13 Jul 2026 11:00:00 +1000</lastBuildDate><image><url>https://www.krisna.or.id/media/icon_hu_b3b1c80225e80fa3.png</url><title>Geoekonomi</title><link>https://www.krisna.or.id/tag/geoekonomi/</link></image><item><title>Geoeconomics and Economic Transformation</title><link>https://www.krisna.or.id/event/kipi2026/</link><pubDate>Mon, 13 Jul 2026 11:00:00 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/kipi2026/</guid><description>&lt;p&gt;Saya berbicara di Sesi Pleno 1 KIPI 2026, Konferensi Internasional Pelajar Indonesia ke-11 yang diselenggarakan PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia), dengan tema konferensi &amp;ldquo;Navigating Global Uncertainty with Clarity and Purpose.&amp;rdquo;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada tiga poin utama. Pertama, ketidakpastian bersifat struktural: risiko geopolitik tetap tinggi sejak 2022, dan pemerintah di seluruh dunia kini mengumumkan intervensi kira-kira dua kali lipat per tahun dibanding dekade 2010-an, sebagian besar dengan alasan keamanan nasional dan ketahanan rantai pasok. Kedua, perdagangan mulai tertata ulang menurut blok geopolitik — tetapi negara-negara nonblok justru diuntungkan sebagai &amp;ldquo;konektor&amp;rdquo;. Ketiga, Indonesia dan Australia adalah konektor alami: kesepakatan urea 2026 (MV Medi Luna, Brisbane) menunjukkan bagaimana risiko chokepoint bisa dijawab dengan kapasitas surplus mitra melalui perjanjian yang sudah ada, seperti IA-CEPA.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>