Mendorong Perdagangan untuk Pertumbuhan

Imed Krisna Gupta

August 26, 2025

Profile

  • I Made Krisna Gupta (Imed)

  • Dewan Ekonomi Nasional, Universitas Indonesia, Center for Indonesian Policy Studies

  • S3 di Australian National University, S2 di UI/VU Amsterdam

  • Fokus riset di perdagangan internasional dan kebijakan publik (particularly kebijakan industri)

  • more at krisna.or.id atau @imedkrisna

Outline

  • Utilization rate

  • Model inti-plasma

  • Apakah deregulasi jawabannya?

Utilization rate

  • Datanya tidak tersedia secara luas.

  • Ada beberapa FTA untuk negara yang sama.

  • Seberapa besar ini masalah gap informasi?

  • Jika perbedaan tarifnya tidak signifikan, maka utilization rate tidak akan naik.

    • Terutama jika ada compliance cost

    • makin hilir makin costly

    • 30-50% sudah considered ok

Utilization rate

Andiyani & Gupta (2024)

Inti-plasma

  • Joining GVC often associated with larger, more productive firms (World Bank, 2020).

  • Informality remains the top challenge, often comes with low productivity, detection avoidance (e.g., tax, minimum wage, docs), and corruption (Cusolito, Safadi & Taglioni,2017).

  • Other often cited problems with SMEs:

    • Lack specialized workforces.

    • Lack of business network.

    • Financially constrained.

    • Inconsistent production.

2 model

Inti-plasma

  • Perusahaan “inti” dapat membangun skala ekonomi dan ekspertis dalam melakukan pengurusan administrasi ekspor.

  • menjembatani “inti-plasma” menjadi prioritas:

    • inti seringkali membutuhkan kondisi tertentu untuk dapat membina plasma.

    • Plasma butuh dorongan, tapi mungkin tidak semua plasma memiliki kapasitas cukup.

  • Akses internet dan teknologi digital sangat menolong.

Tidak hanya utilization rate

  • Utilization rate bisa saja sudah relatif optimal. Tapi ruang untuk meningkatkan perdagangan masih terbuka lebar.

  • Dewasa ini, hambatan perdagangan sudah bergeser ke non-tarif.

  • Mungkin untuk mendorong peningkatan perdagangan, kita perlu melihat hambatan lain, dan utilization rate bukan satu-satunya tolok ukur.

  • Hambatan non-tariff di Indonesia sudah menjadi permasalahan yang lama dikeluhkan oleh pelaku pasar dan mempersulit pemanfaatan GVC.

  • Terakhir adalah komplain dari USTR tentang berbagai NTM seperti kuota, TKDN, dan pengurusan standar.

GVC

“A global value chain or GVC consists of a series of stages involved in producing a product or service that is sold to consumers, with each stage adding value, and with at least two stages being produced in different countries. A firm participates in a GVC if it produces at least one stage in a GVC” - Antras (2020)

Kesimpulan

  • Utilization rate sangat tergantung dari cost-benefit dari penggunaannya.

  • Mungkin saja mendorong ekspor dapat melalui mekanisme GVC sehingga perlu memudahkan impor.

  • Jika ya, maka deregulasi akan memiliki manfaat yang baik.

  • Model inti-plasma / kemitraan perlu dilihat kembali sebagai potensi mendorong ekspor.

  • Eksplorasi potensi perdagangan jasa