Krisna Gupta

Nama saya Krisna, sering dipanggil juga Imed. Saya adalah Tenaga Ahli Madya di Dewan Ekonomi Nasional. Riset saya tentang dampak kebijakan perdagangan dan investasi terhadap pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Saya menggunakan metode persamaan linear struktural seperti GTAP, tapi juga menggunakan berbagai teknik ekonometrika seperti gravity models.

Saya saat ini mengajar Program Sarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Saya juga adalah mitra senior di Center for Indonesian Policy Studies. Saya cukup aktif berkontribusi menulis di media massa seperti Kompas, Jakarta Post, dan East Asia Forum.

The Advent of A New Trade Governance after the Omnibus Law: Neraca Komoditas

Feb 7, 2022

Oil Boom vs Commodity Boom: Can Raw Materials Export Ban Save the State Budget?

A couple of days ago, I was forwarded a news from Asia Nikkei by my colleague, Deasy Pane. The news is about Indonesia’s plan to ban exports of raw minerals (the likes of bauxite, tin, gold and copper) in the middle of 2023. This is not very surprising, knowing that nickel ore exports was banned in the start of 2020, with Indonesian President is willing to “fight in any way” of possible WTO complaint. Based on the strong export performance of nickel’s downstream industries, it is safe to say that the Indonesian President surely will expand the export ban.

Jan 31, 2022

Unpacking the Neraca Komoditas
Unpacking the Neraca Komoditas

In this event, I discusses CIPS Policy Paper No. 47 "The Advent of A New Trade Governance After The Omnibus Law, Neraca komoditas" by me, Deasy and Donny. The paper is about indonesia's recent development of trade policy, the Neraca Komoditas. Neraca Komoditas is one of Omnibus Law's follow-up regulation on trade, said to use data on supply and demand to set quota on export and import. It aims to help firms access intermediate inputs. We provide some analysis on how it may not actually help the cause.

Jan 27, 2022

Apakah melarang Ekspor Nikel berhasil mengangkat industrialisasi Stainless Steel?
Apakah melarang Ekspor Nikel berhasil mengangkat industrialisasi Stainless Steel?

Postingan kali ini bermula dari sebuah twit berita berikut ini. Baru nyadar dampak pelarangan bijih nikel ternyata *sebesar* itu. Indonesia sekarang jadi eksportir stainless steel terbesar dunia, salah satu produk turunan feronikel.https://t.co/qonkL4o33d

Jan 12, 2022

Neraca Komoditas Brief

A brief for CIPS' external relation team regarding Neraca Komoditas

Jan 10, 2022

Trade in Value Added: posisi Indonesia di Global Value Chain
Trade in Value Added: posisi Indonesia di Global Value Chain

Global Value Chain (GVC) adalah jargon yang kerap kali meramaikan jagat akademisi maupun konsultan ketika kita bicara soal perdagangan internasional dan pertumbuhan industri manufaktur. Kalau diharfiahkan dalam bahasa Indonesia, GVC jadi Rantai Pasok Global (RPG). Tapi ya aneh rasanya pakai singkatan RPG karena bagi saya RPG memiliki arti lain wkwk. jadi kita pakai GVC aja yaa.

Des 13, 2021

Tentang upah minimum kabupaten/kota: ketinggian apa kerendahan?

Beberapa waktu yang lalu, twitter sempat ramai soal upah minimum. Sepertinya gara-garanya adalah berita tentang Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang berkomentar tentang tingginya upah minimum di Indonesia. Salah satu berita yang sangat ramai adalah yang ditwitkan oleh CNN Indonesia di bawah ini.

Des 8, 2021

Isu-isu ekonomi dalam kerangka SDGs di Indonesia
Isu-isu ekonomi dalam kerangka SDGs di Indonesia

Saya bersama kolega saya berkesempatan membahas buku PPI Dunia tentang Indonesia Emas Berkelanjutan seri 1 Ekonomi terbitan LIPI Press. Sangat senang dapat berbagi layar dengan Pak Suryanto dan juga teman-teman mahasiswa di UNS!

Okt 6, 2021

Purchasing Power Parity and the Big Mac Index

We often see the news comparing GDP between countries. These GDPs are usually measured in constant USD or current USD. While these GDP measures are useful for comparing economic power (not the best vocab to use? Not sure what’s better tho), they are not very useful to compare standard of living. That’s because price level in one country is different than other countries. While Indonesian GDP is smaller than Australia if we measure it with current USD, Indonesian GDP is actually bigger if measured with GDP PPP.

Okt 6, 2021

Global Value Chain dalam bumbu gado-gado
Global Value Chain dalam bumbu gado-gado

Hari ini saya sarapan gado-gado. Menurut saya, gado-gado (dan bumbu kacang secara umum) adalah sebuah fenomena yang luar biasa. Meskipun kacang pertama kali diperkenalkan oleh Portugis yang dibawa dari Mexico, Masyarakat Indonesialah yang pertama kali membuat bumbu kacang. Bumbu kacang ini sungguh versatile karena bisa dicampur apa aja. Dikasih sayur, bisa. Kasih gorengan, enak. Nasi uduk, hayu. Buat bumbu ayam bakar, ya bisa (alias jadi sate).

Agu 31, 2021