Blog posts

Manajemen harga sembako ala pemerintah Indonesia

Apakah naiknya harga komoditas internasional akan berpengaruh besar pada harga sembako? Bisa jadi ya. Di acara ig live dengan merdeka beberapa waktu lalu, saya sempat menjelaskan bahwa kenaikan harga beberapa sembako kemungkinan akan cukup stabil. Hal ini akibat kebijakan quota impor yang diterapkan oleh Kementerian perdagangan.

Catatan hasil nonton acara "Ngobrol Tempo" dengan judul "Substitusi Impor Produk Elektronika"

Tadi pagi nonton acara youtube “Ngobrol Tempo” di Youtube. Acaranya diisi oleh para pejabat Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Gabel, asosiasi produsen produk elektronik. Isinya tentang bagaimana cara melakukan substitusi impor produk-produk elektronika di tengah kebijakan Kementerian Perindustrian untuk menurunkan impor sebesar 35%. Acaranya sendiri saya rasa cukup menarik dan saya sangat senang bagaimana Bu Ratna dari Tempo memimpin jalannya diskusi. Ada beberapa hal yang menurut saya sangat menarik.

Invasi Rusia ke Ukraina: Indonesia harus apa?

Pada tanggal 24 Februari 2022, Rusia tiba-tiba menyerang Ukraina. Sebenernya ga bisa dibilang tiba-tiba juga sih soalnya sepertinya intelijen Amerika Serikat udah tau Rusia bakal nyerang Ukraina dalam waktu dekat. Saat blog ini ditulis, perang masih berjalan. Pihak Rusia menyerang dari 3 arah, dan sisi laut hitam dari Ukraina sudah hampir sepenuhnya dikuasai Rusia.

Oil Boom vs Commodity Boom: Can Raw Materials Export Ban Save the State Budget?

A couple of days ago, I was forwarded a news from Asia Nikkei by my colleague, Deasy Pane. The news is about Indonesia’s plan to ban exports of raw minerals (the likes of bauxite, tin, gold and copper) in the middle of 2023. This is not very surprising, knowing that nickel ore exports was banned in the start of 2020, with Indonesian President is willing to “fight in any way” of possible WTO complaint. Based on the strong export performance of nickel’s downstream industries, it is safe to say that the Indonesian President surely will expand the export ban.

Trade in Value Added: posisi Indonesia di Global Value Chain

Global Value Chain (GVC) adalah jargon yang kerap kali meramaikan jagat akademisi maupun konsultan ketika kita bicara soal perdagangan internasional dan pertumbuhan industri manufaktur. Kalau diharfiahkan dalam bahasa Indonesia, GVC jadi Rantai Pasok Global (RPG). Tapi ya aneh rasanya pakai singkatan RPG karena bagi saya RPG memiliki arti lain wkwk. jadi kita pakai GVC aja yaa.

Tentang upah minimum kabupaten/kota: ketinggian apa kerendahan?

Beberapa waktu yang lalu, twitter sempat ramai soal upah minimum. Sepertinya gara-garanya adalah berita tentang Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang berkomentar tentang tingginya upah minimum di Indonesia. Salah satu berita yang sangat ramai adalah yang ditwitkan oleh CNN Indonesia di bawah ini.

Purchasing Power Parity and the Big Mac Index

We often see the news comparing GDP between countries. These GDPs are usually measured in constant USD or current USD. While these GDP measures are useful for comparing economic power (not the best vocab to use? Not sure what’s better tho), they are not very useful to compare standard of living. That’s because price level in one country is different than other countries. While Indonesian GDP is smaller than Australia if we measure it with current USD, Indonesian GDP is actually bigger if measured with GDP PPP.

Global Value Chain dalam bumbu gado-gado

Hari ini saya sarapan gado-gado. Menurut saya, gado-gado (dan bumbu kacang secara umum) adalah sebuah fenomena yang luar biasa. Meskipun kacang pertama kali diperkenalkan oleh Portugis yang dibawa dari Mexico, Masyarakat Indonesialah yang pertama kali membuat bumbu kacang. Bumbu kacang ini sungguh versatile karena bisa dicampur apa aja. Dikasih sayur, bisa. Kasih gorengan, enak. Nasi uduk, hayu. Buat bumbu ayam bakar, ya bisa (alias jadi sate).

Misteri harga cabai: rendah gara-gara impor?

Cabai adalah salah satu komoditas yang sangat penting. Masyarakat Indonesia sangat menyukai cabai. Saya sampai kuliah ke luar negeri pun tetap suka beli sambel karena memang cabai seenak itu. Tidak hanya vital dalam berbagai masakan a la nusantara, tapi juga mengandung vitamin c yang sangat tinggi loh gaes!