Comparative advantage untuk vaksin

4 Februari 2021·
Krisna Gupta
Krisna Gupta
· 3 menit untuk membaca
slides Ekonomi

Ekspor sebagai strategi economic recovery pasca COVID-19

Krisna Gupta

IDM Coop: Badai Pandemi, Vaksinasi dan Harapan Pemulihan Ekonomi
Sabtu, 27 Februari 2021

Siapa saya?


Hari ini

  • Revealed Comparative advantage (RCA)

  • Statistik ekspor dan impor

  • Approach pemerintah




Slide ini

dapat diakses di s.id/krisnaidm


Kecepatan vaksin perlu ditingkatkan

Sumber: Our World in Data


GDP Terkendali

Data Weekly tracker dari OECD menunjukkan Indonesia tidak cukup dalam terkoreksi, namun recovery sepertinya masih butuh waktu.


Recovery dari ekspor

Indonesia dan negara ASEAN lainnya mengandalkan ekspor untuk recovery AFC 1998. Bedanya: COVID-19 adalah krisis global, tidak terjadi depresiasi rupiah yang dalam. Seiring dengan memulihnya kasus COVID-19, stimulus di negara tujuan ekspor bisa jadi peluang.


Revealed Comparative Advantage (RCA)

  • [RCA] adalah salah satu metrik untuk Ekspor andalan suatu negara

  • RCA menghitung besarnya kontribusi suatu negara terhadap produksi suatu komoditas

    • Suatu negara dikatakan unggul jika $RCA\geq1$
    • definisi formal ada di slide 18
  • Tabel agregasi yang digunakan di presentasi ini dapat dilihat di slide terakhir


RCA

Indonesia memiliki keunggulan di komoditas. Vegetable didorong oleh Crude Palm Oil (CPO), sementara mineral terpengaruh kebijakan lartas yang ramai sejak 2009-an.


RCA

Selain komoditas kayu, Indonesia juga unggul di industri kertas, tekstil dan persepatuan. Angka setelah 2016 cenderung stagnan. Barang modal sepertinya masih kurang kompetitif.



Recovery dengan ekspor

  • Ekspor adalah jalan keluar yang cukup baik:

    • karena dapat mengamankan cadangan devisa;
    • permintaan LN yang tinggi akan komoditas;
    • cepat.
  • Bagaimana dengan kinerja ekspor belakangan ini?


Ekspor

Dominasi CPO, migas dan batubara sangat terlihat. CPO bahkan tumbuh di 2020 dibandingkan dengan 2019. Tahun-tahun ini juga saat dimulainya larangan ekspor mineral.


Ekspor

Sebagian besar komoditas melemah di 2020. Ekspor mobil sangat terdampak, karena itu pemerintah mencoba memanfaatkan pasar domestik melalui pembebasan pajak. Sementara ekspor metal meningkat seiring peningkatan kapasitas smelter.


RCA bukan segalanya

  • RCA selalu berubah

  • Indonesia sedang berstrategi meningkatkan nilai tambah dalam negeri.

    • Mineral $\Rightarrow$ smelter $\Rightarrow$ baterai listrik $\Rightarrow$ mobil listrik
    • turunan CPO
  • minyak, gas dan batubara tidak selamanya bisa diandalkan seiring target zero carbon emission dari berbagai negara.

  • Memanfaatkan GVC adalah (mungkin) cara terbaik

    • ekspektasi impor meningkat
    • berapa lama?

Impor

Impor cenderung stagnan. Menurunnya permintaan energi merupakan dampak menurunnya mobilitas dan aktivitas manufaktur.


Impor

Penurunan impor barang modal (mchinery & electronics) dan bahan baku (terutama baja) juga indikator melemahnya produksi


Apakah GVC solusi?

  • GVC dapat meningkatkan impor karena untuk kompetitif di pasar global, perusahaan harus mendapatkan akses bahan baku yang juga kompetitif.

  • Banyak bahan baku murah harus dipasok dari luar negeri:

    • kedelai untuk tahu, tempe dan pakan ternak;
    • besi baja dan bahan kimia;
    • serat sintetis, dll
  • Larangan ekspor mineral butuh waktu untuk dituai

    • investasi industri sel baterai butuh waktu
    • bagaimana dengan kapasitas fiskal?

Strategi pemerintah

  • Permintaan dunia yang tinggi akan komoditas meberikan peluang. Pemerintah perlu mencermati kebijakan lartasnya.

  • PP turunan UU Cipta Kerja berorientasi ke penambahan nilai tambah dalam negeri dan investasi asing:

    • berpeluang menekan neraca pembayaran.
    • berapa lama sampai menuai hasil?
  • Dukungan fiskal yang cukup dapat menjadi solusi jangka pendek, sambil memantau peningkatan daya saing industri dalam negeri.

  • Waspada bahaya retaliasi: mineral dapat dibeli dari negara lain. Retaliasi berpotensi membatasi skala ekonomis.


Definisi formal RCA dan sumber data

  • Data RCA diambil dari UNCTAD

  • Definisi RCA menurut UNCTAD:

$$ RCA_{Ai}=\frac{\frac{X_{Ai}}{\sum_{j \in P} X_{Aj}}}{\frac{X_{wi}}{\sum_{j \in P} X_{wj} }} \geq 1 $$
  • RCA negara $A$ untuk barang $i$ tergantung pentingnya ekspor barang $i$ untuk negara $A$, dibandingkan dengan pentingnya barang $i$ di seluruh dunia $w$.

Klasifikasi

Kembali ke slide 8

Krisna Gupta
Penulis
Tenaga Ahli Madya

Nama saya Krisna, sering dipanggil juga Imed. Saya adalah Tenaga Ahli Madya di Dewan Ekonomi Nasional. Riset saya tentang dampak kebijakan perdagangan dan investasi terhadap pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Saya menggunakan metode persamaan linear struktural seperti GTAP, tapi juga menggunakan berbagai teknik ekonometrika seperti gravity models.

Saya saat ini mengajar Program Sarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Saya juga adalah mitra senior di Center for Indonesian Policy Studies. Saya cukup aktif berkontribusi menulis di media massa seperti Kompas, Jakarta Post, dan East Asia Forum.