Geoeconomics and Economic Transformation

13 Juli 2026·
Krisna Gupta
Krisna Gupta
· 1 menit untuk membaca
Abstrak
Sesi Pleno 1 (Economic Transformation, Business Managerial and Entrepreneurial) di KIPI 2026, Konferensi Internasional Pelajar Indonesia ke-11 yang diselenggarakan PPIA Australia. Presentasi ini menelusuri kenaikan risiko geopolitik (indeks GPR Caldara–Iacoviello), intervensi pemerintah global yang berlipat dua sejak 2020 (GTA–NIPO), dan bukti reorganisasi perdagangan menurut blok geopolitik (Gopinath dkk. 2025) — lalu berargumen bahwa Indonesia dan Australia adalah negara konektor alami, dengan perdagangan urea Indonesia–Australia 2026 sebagai contoh nyata.
Lokasi

The University of Sydney

Sydney, NSW

event Ekonomi

Saya berbicara di Sesi Pleno 1 KIPI 2026, Konferensi Internasional Pelajar Indonesia ke-11 yang diselenggarakan PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia), dengan tema konferensi “Navigating Global Uncertainty with Clarity and Purpose.”

Ada tiga poin utama. Pertama, ketidakpastian bersifat struktural: risiko geopolitik tetap tinggi sejak 2022, dan pemerintah di seluruh dunia kini mengumumkan intervensi kira-kira dua kali lipat per tahun dibanding dekade 2010-an, sebagian besar dengan alasan keamanan nasional dan ketahanan rantai pasok. Kedua, perdagangan mulai tertata ulang menurut blok geopolitik — tetapi negara-negara nonblok justru diuntungkan sebagai “konektor”. Ketiga, Indonesia dan Australia adalah konektor alami: kesepakatan urea 2026 (MV Medi Luna, Brisbane) menunjukkan bagaimana risiko chokepoint bisa dijawab dengan kapasitas surplus mitra melalui perjanjian yang sudah ada, seperti IA-CEPA.

Krisna Gupta
Penulis
Tenaga Ahli Madya

Nama saya Krisna, sering dipanggil juga Imed. Saya adalah Tenaga Ahli Madya di Dewan Ekonomi Nasional. Riset saya tentang dampak kebijakan perdagangan dan investasi terhadap pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Saya menggunakan metode persamaan linear struktural seperti GTAP, tapi juga menggunakan berbagai teknik ekonometrika seperti gravity models.

Saya saat ini mengajar Program Sarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Saya juga adalah mitra senior di Center for Indonesian Policy Studies. Saya cukup aktif berkontribusi menulis di media massa seperti Kompas, Jakarta Post, dan East Asia Forum.